Simple jQuery Slideshow from JonRaasch.com
Slideshow Image 1 Slideshow Image 2 Slideshow Image 3 Slideshow Image 4 Slideshow Image 5
Selamat Datang Mahasiswa Baru, Selamat Mengikuti Kuliah di Akbid Islam AlHikmah Jepara. Semoga mendapatkan ilmu yang Bermanfaat di Kampus Akademi Kebidanan Islam AlHikmah Jepara.

e-Jurnal

e-Jurnal » Ilmu Kebidanan
JURNAL HUBUNGAN BERAT BADAN LAHIR DENGAN DERAJAT RUPTUR PERINEUM PADA PERSALINAN NORMAL DI RSIA X TAHUN 2011
Diposting : Senin 2012-07-22, 09:10:21 Oleh : Administrator

ABSTRAK

 

 

HUBUNGAN BERAT BADAN LAHIR DENGAN DERAJAT

RUPTUR PERINEUM PADA PERSALINAN NORMAL

DI RSIA X TAHUN 2011

 

Ita Rahmawati,

 

5 bab + 37 halaman + 6 tabel + 3 gambar + 8 lampiran.

 

Perdarahan postpartum menjadi penyebab utama 40% kematian ibu di Indonesia. Ruptur perineum penyebab kedua pada persalinan pervaginam. Faktor penyebab ruptur perineum antara lain posisi persalinan, cara meneran, pimpinan persalinan, berat badan bayi baru lahir dan keadaan perineum. Semakin besar berat badan bayi yang dilahirkan akan meningkatkan resiko terjadinya ruptur perineum. Dari 8 orang ibu multipara pada bulan Maret 2011 didapatkan sebagian besar ibu mengalami Laserasi derajat I sebanyak 4 orang dengan berat badan lahir normal (2500-4000 gr). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan berat badan lahir dengan derajat ruptur perineum pada persalinan normal di RSIA X Tahun 2011.

Jenis penelitian ini adalah analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu multipara dengan persalinan normal di RSIA X pada bulan April 2010 – Maret 2011 yaitu sebanyak 104 orang. Sampel dalam penelitian ini dihitung dengan rumus slovin sebanyak 82 orang dengan teknik Simple Random Sampling melalui lotre. Data dikumpulkan melalui rekam medik kemudian data diolah dengan editing coding dan tabulating dan dianalisa secara univariat dan bivariat menggunakan uji statistik Rank Spearman. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas ibu bersalin melahirkan bayi dengan berat badan lahir cukup (antara 2500-4000 gram) sebanyak 75 orang (91,5 %) dan mayoritas ibu bersalin mengalami laserasi derajat I sebanyak 44 orang (53,7 %). Sedangkan uji statistik Rank Spearman dengan nilai ρ value sebesar 0,016 menunjukkan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima, yang berarti ada hubungan secara bermakna antara berat badan lahir dengan derajat ruptur perineum pada persalinan normal.

Mayoritas ibu bersalin mengalami laserasi derajat I dengan berat badan lahir bayi cukup (antara 2500-4000 gram) sebanyak 40 orang (48,8 %), sedangkan paling sedikit ibu bersalin mengalami laserasi derajat IV dengan berat badan lahir bayi lebih (lebih dari 4000 gram) sebanyak 1 orang (1,2 %). Untuk itu petugas kesehatan diharapkan melakukan deteksi dini dan pemantauan tumbuh kembang janin serta memberikan KIE  kepada ibu hamil mengenai kaitan berat badan bayi baru lahir dengan laserasi jalan lahir.

 

Kata kunci :Berat Badan Bayi, Derajat Ruptur Perineum, Persalinan Normal.

Pustaka : 18 pustaka (2002 s/d 2010).

 


Dibaca : 2116 kali, Didownload : 0 kali